Landasan Kurikulum

Landasan Kurikulum

Landasan kurikulum berakar pada nilai filosofis, sosiologis, dan psikopedagogis yang menempatkan muridpeserta didik sebagai pusat pembelajaran. Kurikulum dirancang untuk membangun manusia Indonesia yang beriman, berkarakter, cerdas, kreatif, mandiri, serta mampu berkontribusi positif bagi masyarakat dan bangsa.

Pendidikan tidak hanya dipahami sebagai proses transfer pengetahuan, tetapi juga sebagai sarana pembentukan karakter, pengembangan potensi diri, dan transformasi sosial yang relevan dengan tantangan zaman.

Secara Filosofis

Secara Filosofis

Secara filosofis, kurikulum mengintegrasikan pemikiran para tokoh pendidikan Indonesia seperti Ki Hajar Dewantara, K.H. Ahmad Dahlan, K.H. Hasyim Asy’ari, Ki Bagus Hadikusumo, dan Romo Y.B. Mangunwijaya yang menekankan pentingnya pendidikan yang memerdekakan, memuliakan, dan berorientasi pada nilai kemanusiaan.

Secara Sosiologis

Secara Sosiologis

Sementara itu, secara sosiologis kurikulum berfungsi memperkuat identitas bangsa yang majemuk melalui pembelajaran yang kontekstual, inklusif, dan berkeadilan.

Secara Psikopedagogis

Secara Psikopedagogis

Dari sisi psikopedagogis, kurikulum dikembangkan berdasarkan tahap perkembangan murid agar proses belajar berlangsung aktif, bermakna, dan sesuai kebutuhan mereka.

Pendekatan Pembelajaran Mendalam

Pendekatan pPembelajaran mMendalam menjadi fondasi dalam implementasi kurikulum, dengan menciptakan suasana belajar yang berkesadaran, bermakna, dan menggembirakan melalui penguatan olah pikir, olah hati, olah rasa, dan olah raga.

Melalui pendekatan pembelajaran mendalam ini, murid peserta didik diharapkan mampu mengembangkan kompetensi pengetahuan, keterampilan, dan karakter secara seimbang untuk menghadapi dinamika kehidupan lokal maupun global.